Membiarkan Waktu Kan Berkabar
(bagian 09 dari novel berjudul " di Belum Tertemukan" yang sedang proses penulisan)
Menarilah saat dunia masih memberimu kesempatan mengalunkan lagumu, karena peluang semacam itu tak dimiliki semua orang. Kesempatan tak pernah berulang, mendorongnya ke titik capai membuatmu tak akan pernah menyesal atau menyalahkan diri sendiri karena telah melewatkannya.
Terkadang sombongku membawa pada titik khawatir, namun itu sesungguhnya tak perlu karena kamu sudah sedang sepenuhnya menjadi kamu dengan keyakinan tinggi untuk melakukan apa yang menurutmu mampu dilakukan. Aku tak mau mengubur mimpimu karena itu bermakna pengekangan. Kamu pun tak akan permah tahu sampai kamu benar2 mengujikannya dan melakukannya penuh percaya diri dengan caramu sendiri. Kubiarkan kamu menjadi dirimu sepenuhnya dan ku kesampingkan segala hal bernada ragu tentang apa yang kamu yakini, sebab kebenaran membutuhkan waktu mencapai titik simpulmya.
Berkeputusan memang membutuhkan keberanian tak biasa dan kamu sudah berhasil melakukannya. Meyakini keputusanmu sebagai pilihan cerdas juga tak kalah serunya bagiku untuk bisadi titik tenang dan kemudian ikhlas berposisi sebagai penonton atau pendengar.
Sebuah kebahagiaan saat mendapatimu tersenyum di ujung keringatmu. Sungguh..,aku tak ingin mendapati kebenaran atas segala keraguanku, sebab itu bermakna kamu jatuh dikeadaan yang tak menggembirakan. Aku pun tak ingin simpulku tentang "keberanian yang terlalu cepat" beberapa waktu lalu menemukan titik validnya, karena melihatmu meneteskan air mata akan membawaku pada kesedihan yang lebih dari yang kau rasakan.
Andai pada akhirnya kamu yang benar, maka hal itu akan mengoreksi segenap keraguanku atas keputusan dan langkah berani mu. Andai aku yang benar, maka kita akan punya PR yang begitu banyak untuk menata ulang puzzle kehidupan yang selalu menuntut cara berbeda dalam menyentuhnya. Kita pasti harus berfikir dan berjuang keras untuk bisa menemukan formula yang tepat.
Setidaknya, saat kita melakukannya lagi, hal itu menguatkan keyakinan bahwa bersama adalah jalan terbaik dalam menggapai apa yang kita defenisikan sebagai mimpi. Ego kita akan melebur karena perjalanan waktu sudah mengajarkan kita untuk selalu saling mendukung dan bukan saling membiarkan. Andai situasi itu yang akan terjadi, itu akan menggenapi kisah hebat kita, walau terlalu mahal harus membayarnya.
Hidup memang selalu menawarkan banyak pilihan dan kemungkinan.Kita hanyalah hamba yang berkeinginan, selebihnya ada Tuhan Sang Pemilik Keputusan.
NB :
gambar dalam tulisan ini sebagai illustrasi dan diambil dari hasil searching di google
Posting Komentar
.