di Pen-sudah-an Mu yang “Tetap Sama” | ARSAD CORNER

di Pen-sudah-an Mu yang “Tetap Sama”

Senin, 10 Februari 20250 komentar

 di Pen-sudah-an Mu yang “Tetap Sama”
(bagian 06 dari novel berjudul " di Belum Tertemukan" yang sedang proses penulisan)


Sepertinya “jeda waktu” telah melatihkanmu terbiasa tanpaku. Dugaan ini mewakili caramu kali ini. Dalam beberapa hari usai fatwa amarahmu, biasanya  kamu mem-mula sapaan seolah perseteruan sebelumnya tak pernah ada. Kita pun mengangap semua itu berlangsung hanya bila syaitan sedang hinggap dan kenormalan hadir kembali saat pergi. Untuk kali ini, kamu berbeda dan masih betah dalam diammu sampai detik ini. Ini sungguh tak biasa.  

Namun, mungkin saja aktivitasmu yang semakin padat tak memberi sela waktu untuk memikirkan tentang cinta kita. Aku pun sudah mendefenisikan itu algoritma lakumu dalam hubungan kita bila fikiranmu sedang dipenuhi pekerjaan yang super crowded. “Aku memang butuh cinta, tapi tak mau dibutakan cinta”, ungkapmu suatu waktu saat kesan tidak peduli begitu nyata di beberapa waktu lalu. 

Di sisiku, aku juga mendapati suasana kebathinan yang sangat berbeda. Kata “finish” yang berlanjut diam berkepanjangan tak membuatku merasa terpinggirkan atau tak dipedulikan. Ku ujikan sampai pagi ini, nyatanya ketenangan itu stabil dan tak ada yang berubah. Rasanya kamu hanya sedang berpamitan beberapa hari ke luar kota untuk urusan pekerjaan dan sesudahnya pasti akan kembali. Do’a yg biasa mengalun untukmu pun tetap terpanjatkan dengan kadar khusu' yang sama, sama seperti sebelum-sebelumnya.

Tak ada perasaan khawatir, pasti kamu bisa mengatasi segala sesuatunya.  Keyakinanku pun berkata kamu dalam keadaan baik2 saja, tetep komit menjaga kesakralan tautan hati kita. Uniknya, pun tak ada kepenasaran untuk mengkonfirmasi apakah kamu merasakan hal serupa. Semua itu karena aku tak melhat ada masalah dan semua dalam keadaan baik2 saja.
Kepenasaranku atas up-date-an status WA mu pun benar-benar hilang. Tak muncul lagi dilema rumit dalam bathin dan fikirku apakah melihat conten-nya atau membiarkannya saja. Saat up-date an status WA itu tampak,  terbimbing bijakku memandang kamu sedang men-diri saja untuk maksud baik yang semakin mendukung eksistensi dan kenyamanan mu. Tak hadir tanya besar sampai kapan kamu akan tetep diam. Juga tak terbersit kapan block nomor hpku kamu sudahkan dan kemudian mulai menyapaku dengan manja.  Sisi egoku yang stabil di titik 0 (nol) berhasil memposisikan kata "finish" mu beberapa hari lalu  hanya celetukan yang tak akan pernah merubah apapun, entah itu fikiran tentangmu atau tentang  kuatnya rasaku terhadapmu.

Adakah ini cara Tuhan men-jarakkan kita dalam arti sesungguhnya?..Aku pun tak tertarik membangun kepenasaran bernada khawatir atas tanya itu. Sejujurnya, tak terfikir semua ini telah berujung sebab celah beda dalam asa maupun rasa memang tak bisa ada. keyakinanku tetap sama bahwa segala jejak juang kita akan berujung indah sebagaimana titik khayalnya. Adakah ini bentuk hadirmya Tuhan memberitakakan semua memang akan baik-baik saja?.  
Semoga begitu adanya dan rasa kita tetep terjaga, terus hadir sebagai penyemangat hari2ku dan juga hari2 mu. 

Ku pilih mewakilkan segala sesuatunya pada Tuhan, karena lelah akal ini hanya berujung kesia2an tanpa restu-Nya.

NB : 

gambar dalam tulisan ini sebagai illustrasi dan diambil dari hasil searching di google

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. ARSAD CORNER - All Rights Reserved