DI GERBANG TOL MIMPI MU
(bagian dari novel berjudul " di Belum Tertemukan" yang sedang proses penulisan 02)
mungkin, ini lah saat terakhir aku bisa melihat punggungmu, saat kamu akan menaiki kendaraan yang siap membawamu mulai melaju lebih kencang. Aku tak mampu lagi mencerna design yang tengah kau orkestrasi sedemikian rupa. Aku sudah mencapai batas kemampuan men-tafsirnya. Ntah karena "jeda waktu" yang membuatku tak mampu mengikuti lagi semua langkahmu atau karena kamu telah menemukan daya dukung yang lebih berkesesuaian dengan kondisi hari ini sehingga berpeluang membuatmu lebih bisa melaju mencapai tujuan yang pernah kita defenisikan bersama.
Kamu telah berada dititik kemampuan berkeputusan sendiri dengan keyakinan dan percaya diri yang luar biasa. Aku fikir itu positioning yang matching dengan capaianmu hari ini, di ketinggian yang kamu impikan. Ada kebahagiaan tersendiri melihatmu yang sekarang. Agenda-agendamu sudah memasuki wailayah meramu strategi yang akan melahirkan produktifitas berkelanjutan. Itu berarti, anganmu mulai mencapai titik hebatnya, sehebat yang kau imajinasikan dan sedahsyat yang kau harapkan.
Sisi kiri, kanan dan belakang yang siap mensupport berhasil kau bangun sehingga segala hal yang kau perlukan untuk melaju sudah komplit. Aku tak sempat mendeteksi motif apa yang mendasari mereka untuk selalu berada disekitarmu, tetapi aku mendapati alur jejak yang rapih saat kalian beriringan menggapai gerbang tol itu. Kalaupun ada yang terpaksa tidak ikut serta, itu lebih karena kesalahan mereka memahami fikiran dan langkahmu sehingga memilih minggir sambil menyesali telah melakukan kebodohan. Untuk kesuksesanmu, aku pun berd'oa semoga yang menyertaimu tak sedang merancang arah lain di tengah perjalanan yang akan membuatmu pusing tujuh keliling. Bila hal itu terjadi, ku pastikan aku tak kan bisa menjangkau karena posisi kamu pasti begitu jauh dari titik aku berdiri.
Aku akan membalikkkan badan dan melanjutkan langkahku saat laju kendaraan yang membawamu hilang dari jangkauan pandanganku. Tak mungkin juga aku hanya berdiri diam menunggu karena pintu keluar tol tidak berada di titik yang sama. Kalaupun di gerbang tol sebelah sebagai jalan keluar perjalanamu nantinya, itu sangat tak ku harapkan karena bermakna kamu harus kembali mengulang langkah.
Hidupku harus berlanjut dan kenyataan harus kuhadapi dengan caraku sendiri. Satu hal yang pasti, aku tak kan permah menyesal telah menjadi bagian dari perjalananmu menuju pintu tol itu, sebab itu adalah bagian terhebat yang pernah ku lakukan untuk orang yang kujaga dengan seluruh nyawaku.
Kalau realita hari ini memaksakanku untuk mendefenisikannya sebagai kenangan, maka aku pun tak akan pernah melupakannya. Aku akan tetap orang yang sama dengan cara yang tak pernah berubah dan dengan gaya pernah engkau suka. Hanya saja, saat ini aku sedang tak bisa berbuat sama seperti pernah ku lakukan saat menemani jalan juangmu menuju gerbang diawal dulu kala.
Kupastikan aku bukan bagian dari barisan orang yang memilih menepi karena salah memahamimu, tapi kenyataanku yang memasung langkahku sebatas pintu gerbang. Aku tak mungkin menyertaimu lagi memutar roda menapaki jalan mulus yang hampir pasti menjanjikan perjalanan yang menggembirakan.
selamat menapaki lanjutan juang mimpimu. Aku akan selalu berdo'a untuk kesuksesan besarmu. Aku masih ingin mendengar kamu mencapai finish dengan pekik kebahagiaan, walau aku tak menyaksikannya secara langsung dengan mata kepalaku sendiri.
Andaipun aku disempatkan Tuhan menyambangi capaian spektakulermu di suatu waktu, pasti aku hanya melihatmya dari kejauhan, karena aku tak memiliki keberanian yang cukup mendekat seperti hari kemarin. Lagi pula, aku tak mau merusak kenyamanan yang tengah engkau rasakan berikut sayap kiri, kanan dan belakang yang menjagamu demikian seksama.
Ini bukan tentang kegalauan yang berbau ketidak-ikhlasan atas hal-hal lampau saat kita bersama, tetapi kesadaran diri atas kenyataan yang kemudian membimbing untuk berbesar jiwa. Aku akan menjadikan kepernahan dalam lingkar hidupmu sebagai kenangan terindah dalam hidupku yang dipersembahkan Tuhan dan tak pernah ku sesali.
Posting Komentar
.