SURAT TERBUKA KELUARGA BESAR dr. SOEKO MARSETIYO,
KORBAN KERUSUHAN DI WAMENA. PAPUA
UNTUK PARA
"PENG-KHILAF”

Kami sama sekali tidak kenal kalian secara fisik, tetapi kalian adalah tetap saudara karena kita semua terhimpun dan terpersatukan dalam satu kata heroik “Indonesia”. Namun, kekejaman yang kalian
Sore
ini, kaki terasa begitu lemas dan tak bertenaga untuk tetap berdiri saat sesi penyerahan peti jenazah berisi jasad orang yang begitu kami cintai
berlangsung di area Cargo, Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Kami hanya bisa tertunduk
dan terpaku diam, membiarkan air mata belinang dan tangis pecah sebagai ekspresi
kesedihan yang tak terlukiskan. Kami hanya bisa memeluk peti yang terkunci dan
terbungkus rapi.
Semua
dari kami mencoba menerima kenyataan sambil membangun bijak atas
ribuan tanya tak berjawab yang mem-benak. Dalam diam di tengah ramainya pen-takziyah,
kami berupaya keras menguatkan diri sambil mencoba mengingat memory pertemuan-pertemuan
sebelumnya, saat-saat terakhir bertegur sapa dan sikap-sikap almarhum yang abai
dikesadaran kami sebagai pertanda kepergiannya untuk selama-lamanya.
Kini..kami
dan segenap pen-takziyah yang hadir mengantar almarhum ke per-istarahatan
terakhirnya. Hati kami demikian tersayat saat tangis pecah tak terbendung
menyertai proses penimbunanan petih jenazah pada liang lahat. Lagi-lagi
kami berusaha kuat dan tegar serta membangun
ke-ikhlasan atas kepergiannya. Kami berusaha menerima peristiwa ini sebagai sebuah
kenyataan dan ketetapan Tuhan yang terbaik untuknya.



Pinta
kami,
imajinasikan-lah sesaat ketika kalian harus kehilangan orang-orang yang sangat dicintai
dan begitu bermakna dalam hidup kalian. Kami tidak sedang ingin membawa
kalian pada situasi dan merasakan apa yang kami alami dan rasakan saat ini.
Kami hanya ingin berpesan untuk men-cukupkan segala kekhilafan yang menyesakkan dada dan
menyisakan kesedihan mendalam. Cukuplah kami yang berjuang meng-kungkung
emosi dan meng-kerangkeng amarah. Jangan
ada lagi kesedihan serupa akibat tindakan yang membabi buta dan tidak
berperikemanusiaan. Bayangkanlah betapa sulitnya menjelaskan pada seorang anak
kecil saat memanggil dan mencari ayahnya dimana karena rindu.

Khusus kepada
masyarakat di pedalaman Kabupaten Tolikora tempat almarhum selama ini mengabdi
sebagai seorang dokter, kami ucapkan terima kasih telah menjadi bagian dari
hidup almarhum. Semoga kalian berkenan memberi maaf bila terdapat kesalahan almarhum
selama berinteraksi. Kami juga mohonkan perkenan untuk mendo'akan almarhum
ditempatkan Tuhan di sisi yang mulia.

Sebagai
penghujung, kami mengucapkan apresiasi tinggi dan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Daerah Papua,
TNI-POLRI dan segenap lapisan masyarakat yang sudah ikhlas berupaya membantu dan mem-fasilitasi
pengurusan dan pengantaran jenazah dari Wamena ke tempat peristrahatan terakhir
almarhum di makam keluarga, di Desa Pejambon, Sleman,Yogyakarta.
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang sudah bersimpati dan memberikan perhatian serta ikut memberikan penghormatan terakhir. Semoga segala kebaikan yang telah bapak/ibu/sdr/i berikan mendapat balasan dari Allah SWT. Aamiin
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang sudah bersimpati dan memberikan perhatian serta ikut memberikan penghormatan terakhir. Semoga segala kebaikan yang telah bapak/ibu/sdr/i berikan mendapat balasan dari Allah SWT. Aamiin
Yogyakarta,
27 September 2019
Salam
Persaudaraan untuk Masyarakat Papua
Salam
Damai Indonesia-ku
link berita:
video prosesi pemakaman klik disini
berita seputar peristiwa :
+ komentar + 1 komentar
Selamat jalan saudaraku, dr. Soeko Marsetiyo
15 tahun Kau jalani hidup di tempat yg jauh dan terpencil. Jauh dari kampung halamanmu. Meninggalkan org2 yg Kau cintai dan mencintaimu.
Kau rela menghabiskan sebagian umurmu di tempat yg tak nyaman, rawan konflik. Pilihan yg bahkan tak pernah dibayangkan oleh kebanyakan org lain, kecuali oleh penduduk asli setempat.
Kami tau. Itu semua Kau lakukan bukan atas dasar mengejar harta atau gemerlap dunia. Tp krn rasa kepedulianmu yg besar terhadap kemanusiaan.
Dan...bakti tulusmu itulah yg akan jd kendaraan yg akan mengantarkanmu ke surga, wahai syuhada..
Aamiin ya Rabb
Posting Komentar
.